Oh No… Youtube Mengubahku

Aku masih ingat ada seorang guru yang mengatakan bahwa perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi bisa memberikan dua dampak bagi kehidupan manusia. Yang pertama adalah dampak positif. Seperti beberapa konten yang bisa dinikmati melalui beberapa jejaring sosial, segala informasi yang disampaikan terasa sangat bermanfaat. Informasi yang disajikan juga sangat beragam, mulai dari peristiwa, gaya hidup, hobi, maupun kesehatan. Namun, sejalan dengan hal tersebut, juga ada beberapa jejaring sosial yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyebarkan berbagai informasi bohong atau hoaks. Inilah dampak yang kedua, yaitu dampak negatif.

Nah, salah satu konten informasi yang ada di dunia maya yang paling aku suka adalah Youtube. Sampai saat ini aku memang lebih suka menonton Youtube dibandingkan dengan menonton acara TV, apalagi TV Indonesia. Menurutku Youtube adalah jawaban dari hal yang ingin kita ketahui. Bagi anak kecil sepertiku, Youtube adalah inspirasi untuk bisa melalukan sesuatu, khususnya di bidang teknologi. Dari berjuta-juta konten di Youtube, aku paling suka konten yang berkaitan dengan perkembangan teknologi, percobaan, astronomi, dan tentunya adalah konten tutorial di bidang teknologi. Kesukaan ini memang telah ada sejak aku kelas VI. Youtube bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang tidak bisa terpecahkan oleh pelajaran di sekolah.

Ini adalah sedikit pengalamanku tentang Youtube. Beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja Youtube mengarahkanku untuk melihat sebuah channel miliki orang bali bernama Turah Parthayana. Ia adalah seorang vloger (video logger) artinya adalah catatan yang dikemas bukan dalam bentuk tulisan, melainkan adalah sebuah video. Turah ini adalah seorang mahasiswa dari bali yang melanjutkan kuliah di negara Rusia. Pada channelnya, ia banyak menuangkan aktivitas/kegiatannya kuliahnya. Vlognya itu kadang menampilkan beberapa perbedaan budaya yang dimiliki oleh orang Rusia dengan orang Indonesia yang ternyata sangat jauh berbeda. Di Rusia ternyata tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan seperti di Bali. Di rusia orang-orang sangat tertib ketika berperilaku di luar lingkungan rumah. Orang-orang Rusia sangat terbuka dan terkadang memberikan teman lain meskipun berbeda jenis kelamin untuk memeriksa rumah mereka. Sangat asik bukan?

gambar: Yotube-channel Turah Parthayana

Suatu ketika Turah ingin menampilkan rekasi orang Rusia ketika melihat video yang dibuat oleh anak-anak Indonesia. Saat itulah aku benar-benar malu. Saat Turah memutar video seorang anak sesuai SMP merangkul anak lain yang berbeda jenis kelamin untuk ber-TikTok. Oh noooo…. Orang Rusia itu menganggap apa yang dilakukan pada video itu adalah pembodohan. Tidak ada sedikitpun rasa lucu yang bisa terlihat dari raut wajahnya. Yang ada adalah muka masam, seolah-olah tidak menyangka kalau anak kecil sudah berperilaku seperti itu. Oh my good, aku benar-benar malu sendiri.

Selain channel Turah, ada lagi Channel Puri Viera, seorang tante dari jawa yang menikah dengan pria Amerika. So… kontennya adalah segala aktivitasnya di negeri paman sam tersebut. Viera banyak memberikan pemahaman tentang perbedaan budaya orang Amerika yang cenderung individualis dengan orang Indonesia yang dominan Sosial. Sederhananya seperti ini, apabila orang Amerika berpapasan di jalan, kalimat terpanjang yang biasa diucapkan untuk bertegur sapa adalah “Hari ini cuacanya bagus ya?” Hal itu berbeda, apabila yang berpapasan adalah orang Indonesia. Orang Indonesia tidak akan nanya cuaca, paling akan bertanya tujuan dan ujung-ujungnya bisa ngobrol seharian sambil minum kopi.. hehehe. Sama seperti di Rusia, ternyata di Amerika orang-orangnya juga sangat disiplin mengenai sampah. Menurut Viera, orang-orang Amerika tidak ada yang mau membuang sampah sembarangan. Tidak ada orang Amerika yang sampai menerobos antrean. Dan tentu saja tidak ada orang Amerika yang bawa sepeda motor naik ke atas trotoar (kecuali di film ection).

Beberapa tontonan itu ternyata mampu mengubah cara pandangku tentang negeriku ini. Tiba-tiba keesokan harinya aku sangat tidak suka melihat ada sampah berserakan di sekolah. Timbul rasa jengkel yang sangat dalam saat ada teman-temanku yang seenak dengkulnya membuang sampah sembarangan. Kadang aku secara tidak sadar memunggut sampah yang tergeletak di lorong sekolah dan membuangnya di tong sampah. Wow Youtube bisa mengubahku dan untungnya mengubah ke arah yang baik.

Berdasarkan pengalamanku ini, ternyata perkembangan teknologi khusunya informasi sangat mampu membuka cakrawala terutama cara pandangku terhadap sesuatu yang aku kira selama ini benar dan baik-baik saja. Aku bisa melihat dunia dari Youtube. Aku bisa belajar banyak hal dari Youtube. Aku bisa sedikit menghargai lingkungan dari Youtube.

Gambar header: google gambar "youtube" dan vecteezy